Walau
Embun yang hadir waktu itu
Selalu berikan kesejukan dalam jiwa ini
Selalu ku tunggu dan ku rindu
Embun yang hadir bersama
Kelopak-kelopak anggrek yang mekar
Kesejukan dan keindahan
Telah mengisi relung-relung sepi
Mampu membuatku terus tersenyum
Mampu membuatku terus berharap
Mampu membuatku terus berdoa
Walau ku tahu
Para malaikat mu hidup mu
Tapi ku tetap menatap mu
Untuk suatu harapan
Bukan untuk hadirkan kesedihan pada mu
Waktu terus berjalan
Takdir terus diukir
Semua tetap menuju
Apa yang disuratkan
Apakah kini ku kan berjalan seperti angin
Menghilang dalam matahari
Menghilang dalam rembulan
Kembali ku berjalan dengan kabut
Kabut yang selalu menemani
''SENJA KU''
Mungkin sejuknya angin tak lagi temani langit Senja
Dan riuhnya kicau burung tak lagi bersamanya
Kelana sang awan jingga berlari menjauhinya
Terasa kosong taman yang penuh bbunga berseri
Tapak demi tapak ku susuri jejaknya
Seakan kan ku temui apa yang terjadi
Sabarku pendam
Egoku buang
Angin sejuk tetap menjauh
Burung gerejapun tak mau menemani
ku duduk dibangku taman
ku tundukan kepala seraya berfikir
Sabarku pendam
Egoku buang
Duhai Sejuknya angin, akankah kan datang lagi
Burung gerja kumohon padamu, temani ku ditaman
Agar sore tak lagi merana
Agar sabarku tak pendam
Agar Egoku tak buang
Kelana sang awan jingga berlari menjauhinya
Terasa kosong taman yang penuh bbunga berseri
Tapak demi tapak ku susuri jejaknya
Seakan kan ku temui apa yang terjadi
Sabarku pendam
Egoku buang
Angin sejuk tetap menjauh
Burung gerejapun tak mau menemani
ku duduk dibangku taman
ku tundukan kepala seraya berfikir
Sabarku pendam
Egoku buang
Duhai Sejuknya angin, akankah kan datang lagi
Burung gerja kumohon padamu, temani ku ditaman
Agar sore tak lagi merana
Agar sabarku tak pendam
Agar Egoku tak buang
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar